Cari Blog Ini

Selasa, 26 Maret 2013

Makalah 1 Ilmu Budaya Dasar



Kepribadian Santun Cerminan Perilaku Seseorang Berbudaya

 
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah atas rahmat Allah SWT, akhirnya saya bisa menyelesaikan makalah ini dengan sebaik – baiknya. Makalah saya yang berjudul “Kepribadian santun cermin perilaku seorang berbudaya” menggunakan metode analisis SWOT untuk menyusun makalah ini.

Makalah ini dibuat dengan maksud memberikan pemaham kepada para mahasiswa untuk lebih memahami apa arti dari sopan santun. Karena belakangan ini di ketahui sopan santun sudah mulai berkurang, terlebih kepada generasi muda yang kurang memahami arti sopan santun.

Penulis menyadari bahwa banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan makalah ini . Karena itu penulis mengharapkkan para pembaca memberikan saran dan kritik yang membangun senantiasa saya terima dengan tangan terbuka.

Demikian saya ucapkan terimakasih atas kesedian dari semua pihak untuk membaca makalah yang saya buat ini. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha dan langkah kita.






                                                                                                            Bekasi, 25 Maret 2013





                                                                                                            Arrief Firdhaust Shandy


 
BAB I
PENDAHULUAN


  1. Latar Belakang

Kepribadian Santun Cerminan Perilaku Seseorang Berbudaya berlatar belakang karena sebagai masyarakat yang berbudaya kita harus memiliki sikap sopan santun yang baik. Karena sikap sopan santun mencerminkan kepribadian seseorang, maka dari itu kita harus menjadi lebih baik lagi sebagai warga negara bangsa Indonesia yang berbudaya.

Kesopan santunan seseorang terlihat bagaimana dia bersikap dalam segala sesuatu yang dikerjakan sehari – hari. Maka dari itu semakin kurangnya sopan santun yang ada pada masyarakat dan kurang kepedulian terhadap budaya sendiri. Tanpa adanya sopan santun sulitnya berkomunikasi dengan baik kepada sesama.

Kepribadian santun cermin perilaku seseorang berbudaya memiliki makna positif yang dapat membuat masyarakat menjadi lebih baik. Seseorang yang memiliki santun yang baik maka akan lebih di senangi masyarakat dan lebih di percaya oleh masyatakat. Sopan santun merupakan sikap rendah hati, yang diperkuat oleh etika dan integritas pribadi dalam konsistensi perilaku.

  1. Tujuan

·         Masyarakat memiiki sopan santun yang lebih baik, serta menyadarkan masyarakat akan cara bersopan santun yang baik.
·         Memberikan efek positif kepada masyrakat dari Kepribadian santun cermin perilaku seseorang berbudaya.
·         Menyadarkan masyarakat untuk mensyukuri apa yang diberikan Tuhan dan yang mereka miliki, tanpa adanya perasaan iri hati kepada orang lain.

  1. Sasaran

Semoga dengan dibuatnya makalah ini, terutama mahasiswa/mahasiswi Universitas Gunadarma serta masyarakat sekitar agar lebih mengerti dan memahami makna dari kesopan santunan dalam berbudaya, sehingga memiliki keharmonisan dalam bermasyarakat dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.




 
 BAB II
PERMASALAHAN

Analisis permaslahan Kepribadian Santun Cerminan Perilaku Seseorang Berbudaya dengan memerhatikan dan mempertmbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal diliat menggunaka metode SWOT :
1. Kekuatan (Strength)
·    Kesopan santunan generasi muda yang harus lebih menghormati orang yang lebih tua, Misalkan seorang anak harus berbicara sopan kepada orang tuanya, begitupun di masyarakat yang muda harus menghormati yang lebih tua.
·     Organisasi kemasyarakatan yang menampung kreatifitas para pemuda, saran serta aspirasi mereka untuk memberikan pendapat dengan tutur kata yang sopan.
·   Organisasi-organisasi kemahasiswaan (BEM FTI dan HIMTI) yang menampung seluruh aspirasi mahasiswa/mahasiswi dengan ide-ide bahkan saran-saran guna untuk memajukan dan mensejahterakan kampus Universitas Gunadarma.
·    Menjunjung tinggi sikap rendah hati serta norma – norma yang ada pada lingkungan dan budaya seseorang.


2. Kelemahan (Weakness)
·  Pengaruh budaya luar yang dapat mempengaruhi perilaku dan pola pikir kebudayaan mahasiswa/mahasiswi yang mempengaruhi mereka secara perlahan.
·         Kurangnya kesadaran dan kecintaan mahasiswa/mahasiswi terhadap budayanya sendiri yaitu budaya Indonesia.
·       Tidak pedulinya mahasiswa/mahasiswi serta masyarakat untuk melestarikan budaya mereka sendiri, dan lebih menyukai budaya asing.
·         Pola pikir yang salah serta lingkungan yang kurang baik dapat mempengaruhi perilaku seseorang.


3. Peluang (Opportunity)
·   Memanfaatkan teknologi yang semakin canggih, guna untuk memudahkan mahasiswa/mahasiswi membentuk pola perilaku masing masing melalui sarana teknologi.
·    Meningkatkan rasa solidaritas antar mahasiswa/mahasiswi Universitas Gunadarma dengan adanya organisasi kemahasiswaan.

·         Meningkatkan rasa kepedulian antar sesama tanpa mengesampingkan perbedaan.

·         Meningkatkan rasa cinta tanah air dan melestarikan budaya sendiri sejak dini.



4. Tantangan/Hambatan (Threats)
·         Pola pikir yang berbeda antar mahasiswa/mahasiswi dan lebih mementingkan pendapat sendiri.
·         Perkembangan teknologi yang semakin pesat yang memungkin masuknya budaya asing lebih banyak dan mengurangi kepedulian terhadap budaya sendiri.
·         Perbedaan status sosial antara mahasiswa/mahasiswi  Si kaya dan si miskin
·  Keanekaragaman suku bahkan budaya yang dimiliki setiap mahasiswa/mahasiswi yang dapat menyebabkan perbedaan pemikiran.

 

BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

  1. Kesimpulan

Sebagai mahasiswa/mahasiswi yang terpelajar harus lebih mengedepankan berilaku sopan santun yang baik dengan lingkungan. Serta lebih memperdulikan sesama dibandingkan sikap individual dan melestarikan budaya sendiri daripada budaya asing yang ada. Agar terciptanya kelangsungan sosial yang harmonis dengan keanekaragaman budaya dan suku yang ada di Universitas Gunadarma.

Adapun yang harus di perhatikan kepada mahasiswa.mahasiwi untuk memilah budaya asing yang masuk, agar tidak mengesampingkan budayanya sendiri. Karena budaya merupakan identitas suatu suku atau masyrakat yang beragam. Dengan majunya arus globalisasi yang sangat pesat dapat mempermudah budaya asing masuk ke budaya kita.

  1. Rekomendasi

·     Lebih meningkatkan kepedulian antar sesama dan meningkatkan sarana dan prasaran kampus Universitas Gunadarma yang mendukung untuk mengadakan kegiatan positif seperti UKM, Perkumpulan Mahasiswa, BEM.
·        Adanya sanksi sosial untuk membuat efek jera terhadap masyarakat yang melanggar.
·  Meningkatkan rasa nasionalisme yang tinggi dengan keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia.
·  Meningkatkan rasa cinta tanah air dan budaya Indonesia kepada mahasiswa/mahasiwi serta masyarakat.




REFERENSI




Tidak ada komentar:

Posting Komentar