Kepribadian Santun Cerminan Perilaku Seseorang Berbudaya
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillah atas rahmat Allah SWT,
akhirnya saya bisa menyelesaikan makalah ini dengan sebaik – baiknya. Makalah
saya yang berjudul “Kepribadian santun cermin perilaku seorang berbudaya”
menggunakan metode analisis SWOT untuk menyusun makalah ini.
Makalah ini dibuat dengan maksud
memberikan pemaham kepada para mahasiswa untuk lebih memahami apa arti dari
sopan santun. Karena belakangan ini di ketahui sopan santun sudah mulai
berkurang, terlebih kepada generasi muda yang kurang memahami arti sopan
santun.
Penulis menyadari bahwa banyak
kekurangan dan kesalahan dalam penulisan makalah ini . Karena itu penulis
mengharapkkan para pembaca memberikan saran dan kritik yang membangun
senantiasa saya terima dengan tangan terbuka.
Demikian saya ucapkan terimakasih atas
kesedian dari semua pihak untuk membaca makalah yang saya buat ini. Semoga Allah
SWT senantiasa meridhoi segala usaha dan langkah kita.
Bekasi,
25 Maret 2013
Arrief
Firdhaust Shandy
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Kepribadian Santun
Cerminan Perilaku Seseorang Berbudaya berlatar belakang karena sebagai
masyarakat yang berbudaya kita harus memiliki sikap sopan santun yang baik.
Karena sikap sopan santun mencerminkan kepribadian seseorang, maka dari itu
kita harus menjadi lebih baik lagi sebagai warga negara bangsa Indonesia yang
berbudaya.
Kesopan santunan
seseorang terlihat bagaimana dia bersikap dalam segala sesuatu yang dikerjakan
sehari – hari. Maka dari itu semakin kurangnya sopan santun yang ada pada
masyarakat dan kurang kepedulian terhadap budaya sendiri. Tanpa adanya sopan
santun sulitnya berkomunikasi dengan baik kepada sesama.
Kepribadian santun
cermin perilaku seseorang berbudaya memiliki makna positif yang dapat membuat
masyarakat menjadi lebih baik. Seseorang yang memiliki santun yang baik maka
akan lebih di senangi masyarakat dan lebih di percaya oleh masyatakat. Sopan
santun merupakan sikap rendah hati, yang diperkuat oleh etika dan integritas
pribadi dalam konsistensi perilaku.
- Tujuan
·
Masyarakat
memiiki sopan santun yang lebih baik, serta menyadarkan masyarakat akan cara
bersopan santun yang baik.
·
Memberikan
efek positif kepada masyrakat dari Kepribadian santun cermin perilaku seseorang
berbudaya.
·
Menyadarkan
masyarakat untuk mensyukuri apa yang diberikan Tuhan dan yang mereka miliki,
tanpa adanya perasaan iri hati kepada orang lain.
- Sasaran
Semoga dengan
dibuatnya makalah ini, terutama mahasiswa/mahasiswi Universitas Gunadarma serta
masyarakat sekitar agar lebih mengerti dan memahami makna dari kesopan santunan
dalam berbudaya, sehingga memiliki keharmonisan dalam bermasyarakat dan menjadi
pribadi yang lebih baik lagi.
BAB II
PERMASALAHAN
Analisis permaslahan Kepribadian Santun Cerminan
Perilaku Seseorang Berbudaya dengan memerhatikan dan mempertmbangkan kondisi
lingkungan internal maupun eksternal diliat menggunaka metode SWOT :
1. Kekuatan (Strength)
· Kesopan
santunan generasi muda yang harus lebih menghormati orang yang lebih tua, Misalkan seorang anak harus berbicara sopan kepada orang tuanya,
begitupun di masyarakat yang muda harus menghormati yang lebih tua.
· Organisasi
kemasyarakatan yang menampung kreatifitas para pemuda, saran serta aspirasi
mereka untuk memberikan pendapat dengan tutur kata yang sopan.
· Organisasi-organisasi
kemahasiswaan (BEM FTI dan HIMTI) yang menampung seluruh aspirasi
mahasiswa/mahasiswi dengan ide-ide bahkan saran-saran guna untuk memajukan dan
mensejahterakan kampus Universitas Gunadarma.
·
Menjunjung
tinggi sikap rendah hati serta norma – norma yang ada pada lingkungan dan
budaya seseorang.
2. Kelemahan (Weakness)
· Pengaruh budaya luar yang dapat
mempengaruhi perilaku dan pola pikir kebudayaan mahasiswa/mahasiswi yang mempengaruhi mereka secara perlahan.
·
Kurangnya kesadaran dan
kecintaan mahasiswa/mahasiswi terhadap budayanya sendiri yaitu budaya Indonesia.
· Tidak
pedulinya mahasiswa/mahasiswi serta masyarakat untuk melestarikan budaya mereka
sendiri, dan lebih menyukai budaya asing.
·
Pola pikir
yang salah serta lingkungan yang kurang baik dapat mempengaruhi perilaku
seseorang.
3. Peluang (Opportunity)
· Memanfaatkan teknologi yang
semakin canggih, guna untuk memudahkan mahasiswa/mahasiswi membentuk pola
perilaku masing masing melalui sarana teknologi.
· Meningkatkan rasa solidaritas
antar mahasiswa/mahasiswi Universitas Gunadarma dengan adanya organisasi kemahasiswaan.
·
Meningkatkan
rasa kepedulian antar sesama tanpa mengesampingkan perbedaan.
·
Meningkatkan
rasa cinta tanah air dan melestarikan budaya sendiri sejak dini.
4. Tantangan/Hambatan (Threats)
·
Pola pikir
yang berbeda antar mahasiswa/mahasiswi dan lebih mementingkan pendapat sendiri.
·
Perkembangan
teknologi yang semakin pesat yang memungkin masuknya budaya asing lebih banyak
dan mengurangi kepedulian terhadap budaya sendiri.
·
Perbedaan status sosial antara
mahasiswa/mahasiswi Si kaya dan si miskin
· Keanekaragaman suku bahkan
budaya yang dimiliki setiap mahasiswa/mahasiswi yang dapat menyebabkan perbedaan pemikiran.
BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
- Kesimpulan
Sebagai mahasiswa/mahasiswi yang
terpelajar harus lebih mengedepankan berilaku sopan santun yang baik dengan
lingkungan. Serta lebih memperdulikan sesama dibandingkan sikap individual dan
melestarikan budaya sendiri daripada budaya asing yang ada. Agar terciptanya
kelangsungan sosial yang harmonis dengan keanekaragaman budaya dan suku yang
ada di Universitas Gunadarma.
Adapun yang harus di perhatikan kepada
mahasiswa.mahasiwi untuk memilah budaya asing yang masuk, agar tidak
mengesampingkan budayanya sendiri. Karena budaya merupakan identitas suatu suku
atau masyrakat yang beragam. Dengan majunya arus globalisasi yang sangat pesat
dapat mempermudah budaya asing masuk ke budaya kita.
- Rekomendasi
· Lebih
meningkatkan kepedulian antar sesama dan meningkatkan sarana dan prasaran
kampus Universitas Gunadarma yang mendukung untuk mengadakan kegiatan positif
seperti UKM, Perkumpulan Mahasiswa, BEM.
· Adanya sanksi
sosial untuk membuat efek jera terhadap masyarakat yang melanggar.
· Meningkatkan
rasa nasionalisme yang tinggi dengan keanekaragaman budaya yang ada di
Indonesia.
· Meningkatkan
rasa cinta tanah air dan budaya Indonesia kepada mahasiswa/mahasiwi serta masyarakat.
REFERENSI